sharingilmu.web.id

Belajar tak akan lengkap jika kita tidak berbagi

Kriptografi

Posted by admin on 07 Sep 2012

Apa yang Anda ketahui tentang kriptografi? jika Anda sering bergelut dengan dunia IT pasti hal ini tidaklah asing bagi Anda. Kriptografi merupakan salah satu ilmu pengkodean pesan yang biasanya digunakan untuk pengamanan pesan. Kriptografi (cryptography) sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua suku kata yaitu kryptos yang artinya tersembunyi dan graphein yang artinya tulisan. Jadi kata kriptografi dapat diartikan sebagai frase “tulisan tersembunyi”. Kriptografi merupakan studi teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, dan autentikasi. Teknik ini digunakan untuk mengubah data ke dalam kode-kode tertentu, dengan tujuan informasi yang disimpan atau ditransmisikan melalui jaringan yang tidak aman (misalnya internet) tidak dapat dibaca oleh orang lain dan hanya dapat dibaca oleh orang-orang yang berhak.

Adapun istilah-istilah yang digunakan dalam kriptografi yaitu sebagai berikut :
1. Plaintext
Plaintext merupakan pesan asli atau informasi yang belum disandikan.
2. Ciphertext
Ciphertext merupakan pesan yang telah disandikan (dikodekan).
3. Enkripsi
Enkripsi merupakan proses yang dilakukan untuk menyandikan plaintext menjadi ciphertext dengan tujuan pesan tersebut tidak dapat dibaca oleh orang lain selain pihak yang berhak membaca pesan tersebut.
4. Dekripsi
Dekripsi merupakan proses yang dilakukan untuk memperoleh kembali
plaintext dari ciphertext dan merupakan kebalikan dari enkripsi.
5. Kriptosistem
Kriptosistem merupakan sistem yang dirancang untuk mengamankan suatu sistem informasi dengan memanfaatkan kriptografi.
6. Cryptanalysis
Cryptanalysis merupakan usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh informasi ataupun data yang telah dienkripsi.
7. Cryptanalyst
Cryptanalyst merupakan orang yang melakukan kegiatan cryptanalysis.

Dalam kriptografi terdapat juga aspek-aspek keamanan yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
1. Otentikasi (authentication)
Pada saat mengirim atau menerima informasi, kedua belah pihak perlu mengetahui bahwa pengirim dari pesan tersebut adalah orang yang sebenarnya dan penerima pesan dapat memastikan keaslian pengirimnya.
2. Integritas data (integrity)
Hal ini berhubungan dengan jaminan setiap pesan yang dikirim pasti sampai pada penerimanya tanpa ada bagian dari pesan tersebut yang diganti, diduplikasi, dirusak, diubah urutannya dan ditambahkan.
3. Ketiadaan penyangkalan (nonrepudiation)
Nonrepudiation mencegah pengirim maupun penerima mengingkari bahwa mereka telah mengirimkan atau menerima suatu pesan/informasi.
4. Authority
Informasi yang berada pada sistem jaringan seharusnya hanya dapat dimodifikasi oleh pihak yang berwenang.

Pada umumnya terdapat dua teknik algoritma yang digunakan dalam kriptografi yaitu algoritma simetri dan algoritma asimetri. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu.
1. Algoritma Simetri
Algoritma simetri atau disebut juga algoritma konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci yang sama pada proses enkripsi dan dekripsi. Algoritma ini mengharuskan pengirim dan penerima menyetujui satu kunci tertentu sebelum dapat berkomunikasi secara aman. Keamanan algoritma simetri tergantung pada rahasia kunci. Pemecahan kunci berarti memungkinkan setiap orang dapat mengenkripsi dan mendekripsi pesan dengan mudah. Kelebihan dari algoritma simetri ini adalah kecepatan proses enkripsi dan dekripsinya. Sedangkan kelemahan algoritma ini adalah permasalahan distribusi kunci dan efisiensi jumlah kunci. Contoh algoritma kunci simetri adalah OTP, DES, RC2, RC4, IDEA, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, AES (Rijndael), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, dan lain sebagainya.
2. Algoritma Asimetri
Algoritma asimetri adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda pada proses enkripsi dan dekripsi. Berdasarkan konsep ini, kunci yang didistribusikan adalah kunci publik yang tidak diperlukan kerahasiaannya, sedangkan kunci rahasia tetap disimpan. Jadi setiap orang yang memiliki kunci publik dapat melakukan proses enkripsi yang hanya dapat dibaca oleh orang yang memiliki kunci rahasia. Beberapa contoh konsep yang menggunakan algoritma ini adalah skema enkripsi Elgamal, RSA, Diffie-Hellman (DH), dan DSA (Digital Signature Algorithm).


Categories: About IT



− 1 = 4